Sumpah dech, penyakit patah hati ini masih sulit dan entah ada obat untuk menyembuhkannya apa tidak. Saat ini aku juga masih nggak tahu apa yang harus aku lakukan atau apa yang harus nggak aku lakukan. Untuk ijo.
Karakter ijo yang aku buat sendiri, kini aku harus menghapus karakter yang tengah begitu mendarah daging di dalam benak dan hati. Terpaksa atau tidak, ikhlas atau tidak, aku harus bener-bener menghapus semua isi otakku yang masih berbahan dasar ijo ini. Mengapa aku begitu telat memahami itu? Harapan yang aku sangka ada ternyata hanya semu yang sebatas topeng pertemanan semata. Aku begitu bodoh memang untuk hal ini, tidak sanggup membaca pikiran serta mata dari lawan maenku. Dari angin yang berseliweran disekitar ubun-ubunku, aku merasa yakin jika harapan itu memang kosong tak berisi.
Kini, hanya satu yang aku punya, dan mungkin ini adalah jalan keluar yang terbaik untuk menghapus semua keijoan ku, yaitu membencinya. Apa mungkin aku dapat membencinya? Suatu perasaan yang sudah aku mantapkan untuknya?
Tak mungkin. Dan akan terlihat, serta aku sendiri yang akan mendapat sangka kebodohan jika harus membencinya. Akupun juga tidak ingin menghapus semua keijoan ini dalam ringkuh hidupku. Mungkin jalan alternatif laen dan muara pengekspresian perasaan ini hanya sebagai bahan pendamping. Ketika dia sedih, hilang, nggantung, bahagia, miskin, tersenyum, atau ekpresinya dalam bentuk apapun, aku harus menyertai disampingnya. Aku harus dapat memekakan sumringah didepan mata empatnya. Teman, sahabat, sebuah muara terakhir yang akan aku coba merelakan untuk berlabuh. Aku memang dari awal sampai aku menjelang finis, aku 50-50 menghadapi keyakinan tentang harapan itu. Tapi, terlepas dari semua harapan itu, aku harus merasa yakin setidaknya untuk diriku. Aku hanya ingin selalu dan terus memberinya. Hak ku untuk meminta sengaja tak aku jebloskan, karena memang aku nggak peduli dan mungkin nggak pantas dengan hak meminta itu.
Aneh rasanya, jika hari yang sudah diambang ketidaknormalan ini masih ngomongin hati. Tapi itulah aku. Aku hanya bermodalkan harta manusia yang paling berharga, hati. Cukup dengan hati saja aku akan memberimu, dan tak akan aku meminta darimu, apapun. Meski sifatnya masih samar. Tapi yang jelas aku tekankan adalah ikrarku hanya mau dengan kamu, selamanya. Tak akan ada warna lain sesisa hari dan umurku. Cuma satu, kamu Jo.
Malang tempoe Doeloe
Antusiasme warga Kota Malang dan sekitarnya sangat tinggi kepada event ini, Malang Tempoe Doeloe (MTD) atau Malang Kembali di tahun 2009 ini. Ini bisa dilihat dari jumlah penonton selama 4 hari (21-24 Mei) pelaksanaan event. Setiap malam, suasana sekitar tempat event berlangsung, Jln Besar Ijen selalu dipadati oleh penonton. Terlebih pada hari terakhir kemarin Minggu. Pada Minggu malam sepertinya seluruh warga tumpah ruah di jalan bersejarah Kota Malang ini. Para pengunjung terlihat memenuhi beberapa stan yang di buka oleh komunitas ataupun instansi serta umum. Stan tersebut beragam jenisnya, mulai dari penjual batik, penjual jajanan tradisionil seperti klepon, roti mariam, penjual uang kuno, penjual wayang, dan masih banyak lagi.
Malam terakhir tersebut semakin meriah ketika di area pementasan wayang nampak Bapak Wali Kota Malang, Pak Peni, tengah asik nembang bersama sinden-sinden beserta dalang yang mengawaki permainan wayang. Sedikit ke selatan, pementasan wayang lain juga berlangsung. Tetapi uniknya, permainan wayang disini sedikit berbeda, yaitu panggung wayang berhadapan dengan “sawah” sementara. Dimana, diareal sawah tersebut juga tersedia gubuk-gubuk kecil. Gubuk kecil ini banyak dimanfaatkan oleh pengunjung dengan berfoto bersama keluarga, pacar, teman, dan mungkin juga selingkuhannya. Tak jauh dari areal sawah, nampak pementasan musik. Kali ini tembang-tembang lama Koes Plus berkumandang di panggung dadakan berukuran 5x4 meter yang di mainkan oleh para pendiri KOESPLUS Club Malang. Di depan panggung ini, terasa seperti tahun 70an, masa emas kejayaan KOESPLUS. Banyak macam stan yang unik, diantaranya stan penjual uang kuno. Kurang lebih ada 8 stan penjual uang kuno serta koin. Berbagai macam uang serta tahun berapa dibuatnya, terpampang dengan rapi oleh kejelian si penjual. Uang 1 golden juga bisa anda dapatkan disini.
Dan yang menarik serta unik dan semakin jarang saya temui di daerah perkotaan pada saat ini adalah Ludruk. Kesenian khas Jawa Timur yang pentas saat itu mungkin bertema dengan dukun calak. Panggung ludruk yang dimainkan oleh PALMA (Paguyuban Arek Ludruk Malang) banyak menyita perhatian mata pengunjung. Baru 10 menit dimulai, area panggung pun berjubel penuh dengan penonton. Saking seringnya pelawak melakukan adegan-adegan lucu sehingga mengundang gelak tawa penonton yang terdiri dari semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai dengan sesepuh (orang tua). Berbagai kesenian telah menunjukkan diri. Dan yang lain dari pada yang lain dan ini yang paling saya suka selain ludruk adalah ikut tampilnya anak-anak reggae kota malang. Mereka dengan lihai memainkan tifa-tifa yang memunculkan suara yang begitu indah. Langsung saja ku teriakkan, woyyyooomannn uyyyeeeeeee.
Tetapi ada sekelumit pertanyaan tertinggal dalam hati saya, dari sekian banyaknya penonton yang memadati area MTD ini, masih saja ada sekelumit orang, wanita khususnya, yang mengenakan busana yang semestinya kurang pada tempatnya, rok mini. Apakah pada tempo doloe, rok mini sudah di produksi dan menjamur seperti sekarang? Bukan hanya itu, lingkungan perkotaan biasanya tidak pernah absen oleh kehadiran para pengemis. Setelah saya hitung, kurang lebih terdapat 20an pengemis yang ikut “meramaikan” event ini. Para pengemis ini sangat pandai memanfaatkan keadaan. Hehehehehehehehehe.
Malam terakhir tersebut semakin meriah ketika di area pementasan wayang nampak Bapak Wali Kota Malang, Pak Peni, tengah asik nembang bersama sinden-sinden beserta dalang yang mengawaki permainan wayang. Sedikit ke selatan, pementasan wayang lain juga berlangsung. Tetapi uniknya, permainan wayang disini sedikit berbeda, yaitu panggung wayang berhadapan dengan “sawah” sementara. Dimana, diareal sawah tersebut juga tersedia gubuk-gubuk kecil. Gubuk kecil ini banyak dimanfaatkan oleh pengunjung dengan berfoto bersama keluarga, pacar, teman, dan mungkin juga selingkuhannya. Tak jauh dari areal sawah, nampak pementasan musik. Kali ini tembang-tembang lama Koes Plus berkumandang di panggung dadakan berukuran 5x4 meter yang di mainkan oleh para pendiri KOESPLUS Club Malang. Di depan panggung ini, terasa seperti tahun 70an, masa emas kejayaan KOESPLUS. Banyak macam stan yang unik, diantaranya stan penjual uang kuno. Kurang lebih ada 8 stan penjual uang kuno serta koin. Berbagai macam uang serta tahun berapa dibuatnya, terpampang dengan rapi oleh kejelian si penjual. Uang 1 golden juga bisa anda dapatkan disini.
Dan yang menarik serta unik dan semakin jarang saya temui di daerah perkotaan pada saat ini adalah Ludruk. Kesenian khas Jawa Timur yang pentas saat itu mungkin bertema dengan dukun calak. Panggung ludruk yang dimainkan oleh PALMA (Paguyuban Arek Ludruk Malang) banyak menyita perhatian mata pengunjung. Baru 10 menit dimulai, area panggung pun berjubel penuh dengan penonton. Saking seringnya pelawak melakukan adegan-adegan lucu sehingga mengundang gelak tawa penonton yang terdiri dari semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai dengan sesepuh (orang tua). Berbagai kesenian telah menunjukkan diri. Dan yang lain dari pada yang lain dan ini yang paling saya suka selain ludruk adalah ikut tampilnya anak-anak reggae kota malang. Mereka dengan lihai memainkan tifa-tifa yang memunculkan suara yang begitu indah. Langsung saja ku teriakkan, woyyyooomannn uyyyeeeeeee.
Tetapi ada sekelumit pertanyaan tertinggal dalam hati saya, dari sekian banyaknya penonton yang memadati area MTD ini, masih saja ada sekelumit orang, wanita khususnya, yang mengenakan busana yang semestinya kurang pada tempatnya, rok mini. Apakah pada tempo doloe, rok mini sudah di produksi dan menjamur seperti sekarang? Bukan hanya itu, lingkungan perkotaan biasanya tidak pernah absen oleh kehadiran para pengemis. Setelah saya hitung, kurang lebih terdapat 20an pengemis yang ikut “meramaikan” event ini. Para pengemis ini sangat pandai memanfaatkan keadaan. Hehehehehehehehehe.
Minggu, 03 Mei 2009
Oh mY God
Aku telah yakin bahwa musik reggae telah menyatu dengan jiwaku. Malam minggu kemaren, dalam acara Jazz Reggae Sociestival yang diadakan oleh FISIP UB (Universitas Brawijaya) jiwaku benar-benar menyatu dengan alunan jembe-jembe khas reggae. Acara yang berlangsung di gedung Samantha Krida UB kemarin cukup meriah. Aku terhanyut oleh penampilan beberapa grup band pengusung irama reggae, diantaranya Tropical Forest, Jawaika. Irama nyantai khas reggae seakan mengelanyut di dalam aura jiwaku.Meskipun di lain tempat, di Lapangan Rampal, ada performance dari beberapa grup band papan atas indonesia, aku lebih memilih acara di UB. Performance dari Gigi, The Rock, Andra and The Backbone, Rif, terasa hambar untukku. Penampilan mereka sungguh kalah jauh dimataku. Walau yang tampil hanya band-band reggae lokal Malang, tetapi bagiku mereka tak kalah hebat dengan penampilan band-band yang lebih sering nongol di televisi itu.
Dalam acara ini, spontan aku ikut terbawa arus. Memakai dress code yang lengkap, merah kuning ijo dari kepala sampai kaki. Baru masuk areal gedung, aku sudah bergoyang-goyang jamaika yang di usung band-band pembuka. Masuk gedung, aku langsung di suguhi irama lagu anak pantai milik embahnya reggae indonesia, Imanez. Tak sadar aku sudah terbawa dengan arus, bergoyang dengan penuh penghayatan. Di lanjutkan dengan lagu santeria, membuatku semakin terbenam dengan lantunan reggae. Penampilan berikutnya dari anak-anak reggae Tropical Forest. Band ini lebih mengusng dengan irama slow reggae, akupun bergoyang jamaika dengan cantik gemulai. Sungguh indah rasanya, apalagi sang vocalist ada yang cewek. Wuhhhh,, top mar-kotop dah. Woyyyooo Man. Dan terakhir, sang bintang tamu yang ditunggu, Jawaika, akhirnya nongol. Permainan mereka semakin membuat seisi gedung ini terasa bergoyang. Aku larut dan menyatu dengan para gimbal-gimbal yang riuh kegirangan bergoyang. Bau-bau tak “sedap” rasanya menjadi parfum bagiku. Kugoyangkan langkah kakiku kekiri dan kekanan. Sungguh mantab malam ini aku bergoyang.
Setelah acara usai, aku segera melihat beberapa hasil jepretanku kamera yang aku bawa. Disela-sela bergoyang tadi, aku selalu mengabadikan momen-momen spesial yang ada. Tapi sayang, setelah nyampai di kosan, semua file foto-foto yang kuambil tadi terhapus semua. Tak satupun yang ada. Ini benar-benar kesalahanku dalam mengedit. Aku seperti kehilangan seorang kekasih (punya saja belum). Aku hanya bisa berteriak penuh penyesalan pada diriku sendiri. Oh my God!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Dalam acara ini, spontan aku ikut terbawa arus. Memakai dress code yang lengkap, merah kuning ijo dari kepala sampai kaki. Baru masuk areal gedung, aku sudah bergoyang-goyang jamaika yang di usung band-band pembuka. Masuk gedung, aku langsung di suguhi irama lagu anak pantai milik embahnya reggae indonesia, Imanez. Tak sadar aku sudah terbawa dengan arus, bergoyang dengan penuh penghayatan. Di lanjutkan dengan lagu santeria, membuatku semakin terbenam dengan lantunan reggae. Penampilan berikutnya dari anak-anak reggae Tropical Forest. Band ini lebih mengusng dengan irama slow reggae, akupun bergoyang jamaika dengan cantik gemulai. Sungguh indah rasanya, apalagi sang vocalist ada yang cewek. Wuhhhh,, top mar-kotop dah. Woyyyooo Man. Dan terakhir, sang bintang tamu yang ditunggu, Jawaika, akhirnya nongol. Permainan mereka semakin membuat seisi gedung ini terasa bergoyang. Aku larut dan menyatu dengan para gimbal-gimbal yang riuh kegirangan bergoyang. Bau-bau tak “sedap” rasanya menjadi parfum bagiku. Kugoyangkan langkah kakiku kekiri dan kekanan. Sungguh mantab malam ini aku bergoyang.
Setelah acara usai, aku segera melihat beberapa hasil jepretanku kamera yang aku bawa. Disela-sela bergoyang tadi, aku selalu mengabadikan momen-momen spesial yang ada. Tapi sayang, setelah nyampai di kosan, semua file foto-foto yang kuambil tadi terhapus semua. Tak satupun yang ada. Ini benar-benar kesalahanku dalam mengedit. Aku seperti kehilangan seorang kekasih (punya saja belum). Aku hanya bisa berteriak penuh penyesalan pada diriku sendiri. Oh my God!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Rabu, 25 Maret 2009
NGGAK TAU
pusing,kemana-mana aq mesti jadi bahan olokan temen2. pa lagi kalu masalah cinta,. q ampe pusing jika ditanya begituan. mau ngeles juga gk bisa,,d bahas bikin puyeng 7 keliling. q gk tau penderitaan q ampe kapan. sebenarnya q juga takut akan apabila cinta itu datang. terlebih melihat temen2 aq yg skrg lagi demam ama cinta. mereka seolah-olah lupa dengan kebiasaan massa lalu. dimanaa, kita sering canda bareng, ngumpul bareng. q sebenarnya tidak mau begitu jika nanti cinta itu datang. tapi sampai saat ini, aq masih pusing membayangkan ketakutan tadi. tapi entah lah
i doncare wahat about u think. i just trus my self n walking on my way.. if u believe it, thanks
i doncare wahat about u think. i just trus my self n walking on my way.. if u believe it, thanks
Jumat, 20 Maret 2009
Cinta
aduh cinta,,emang bikin pusing hal yang satu ini. masih pusing mikirin ginian, eh SI GABY minta kasih pendapat.. Malah Pusing dech...
dari pertanyaan yang saya ajukan pada postingan saya disini temen2 blogger pada menjawab yang macem, ada yang serius da pula yang asal..heheheheheh.. tapi yang asal juga kadang aq pikir ada benernya juga...
tapi sesuatu yang mendasar bagi saya adalah, untuk saat ini, saya masih kurang paham dan kurang begitu mengenal arti sebuah cinta itu sendiri. entah sampai kapan aq hidup gelantungan seorang diri. tapi yang pasti, aq masih tetep semngat ngejalani ini semua meskipun tanpa diselingi kasih sayang yang hangat akan hadirnya cinta,,pusing wessss..............................................
dari pertanyaan yang saya ajukan pada postingan saya disini temen2 blogger pada menjawab yang macem, ada yang serius da pula yang asal..heheheheheh.. tapi yang asal juga kadang aq pikir ada benernya juga...
tapi sesuatu yang mendasar bagi saya adalah, untuk saat ini, saya masih kurang paham dan kurang begitu mengenal arti sebuah cinta itu sendiri. entah sampai kapan aq hidup gelantungan seorang diri. tapi yang pasti, aq masih tetep semngat ngejalani ini semua meskipun tanpa diselingi kasih sayang yang hangat akan hadirnya cinta,,pusing wessss..............................................
Langganan:
Entri (Atom)

















